
Kuningan, UPMKNews -- Media sebagai alat bantu pengajaran mempunyai kedudukan penting dalam pembelajaran. Guru harus pandai dan terampil memilih dan menggunakannya. Kita mengetahui media pengajaran itu banyak ragamnya. Guru perlu mengenal media pengajaran baik supaya dapat memilihnya dengan tepat. Kriteria tepat tidak hanya diukur dengan kecocokan dengan tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran akan memberi rambu – rambu tentang media mana yang paling cocok, jadi media tidak dapat dianggap berdiri sendiri lepas dari komponen pengajaran lainnya. Dengan menggunakan alat bantu indera yang terpacu bukan hanya pendengaran tetapi mungkin sekaligus penglihatan dan lain-lainnya. Dengan demikian dihrapkan dapat mendorong semangat belajar siswa, sehingga hasil belajar siswa akan lebih meningkat.
Menurut Gagne’ dan Briggs mengatakan bahwa media pembelajaran meliputi alat yang secara fisik digunakan untuk menyampaikan isi materi pengajaran, yang terdiri dari anatara lain buku, tape recorder, kaset, video kamera, video recorder, film, slide (gambar bingkai), foto, gambar, grafik, televisi, dan computer (Arsyad, 2013, p. 4).
Media pembelajaran adalah sarana yang digunakan untuk menyampaikan materi atau isi suatu pembelajaran. Media pembelajaran juga bisa diartikan sebagai segala bentuk yang bisa digunakan untuk menyalurkan pesan, dapat merangsang pikiran, perasaan dan kemauan para siswa agar terciptanya proses belajar (Nurfirdaus, 2019, p. 74).
Fungsi Media Pembelajaran
Dalam proses pembelajaran, media memiliki fungsi sebagai pembawa informasi dari sumber menuju penerimaan (Nurfirdaus, 2019, p. 74). Menurut Brown media memiliki beberapa fungsi diantaranya (Sutriyani, 2017, pp. 17–18) : 1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. 2) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. 3) Media memungkinkan keseragaman pengamatan. 4) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit dan realistis. 5) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. 6) Media membangkitkan motivsi dan merangsang anak untuk belajar. 7) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.
Ciri – Ciri Media Pembelajaran
Menurut Gerlach dan Elly ciri – ciri media pembelajaran antara lain (Arsyad, 2013, p. 15) : 1) Ciri Fiksatif (Fixative Property) Ciri ini menggambarkan kemampuan media dalam merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Suatu peristiwa atau objek ini dapat disusun kembali dengan media seperti fotografi, video tape, audio tape, disket komputer, dan film. 2) Ciri Manipulatif (Manipulative Property) yaitu media harus mampu memanipulasi atau mengubah suatu objek. Transformasi suatu kejadian atau objek dimungkinkan karena media memiliki ciri manipulatif. 3) Ciri Distributif (Distributive Property) dari media memungkinkan suatu objek atau kejadian ditransformasikan melalui ruang, dan secara bersamaaan, kejadian tersebut disajikan kepada sejumlah besar siswa, stimulus pengalaman yang relatif sama mengenai kejadian itu. Informasi dalam format media dapat direproduksi beberapa kali dan siap digunakan secara bersamaan di berbagai tempat atau digunakan secara berulang-ulang di suatu tempat. Konsistensi informasi yang telah direkam akan terjamin sama atau hamper sama dengan aslinya.
Jenis-jenis Media Pembelajaran
Ada beberapa jenis media pengajaran yang biasa digunakan dalam proses pengajaran (Nurfirdaus, 2019, pp. 77–81) : 1) Media audio (radio), 2) Media proyeksi (film bingkai), 3) Media tiga dimensi (3D), 4) Media berbasis manusia, 5) Media visual, 6) Media audio-visual.
Kriteria dalam Memilih Media Pembelajaran
Kriteria dalam memilih media pembelajaran adalah sebagai berikut (Nurfirdaus, 2019, pp. 81–83) : 1) Ketepatannya dengan tujuan pengajaran, artinya media pengajaran dipilih atas dasar tujuan-tujuan instruksional yang telah ditetapkan. Tujuan- tujuan instruksional yang berisikan unsur pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis lebih memungkinkan digunakannya media pengajaran. 2) Dukungan terhadap isi bahan pengajaran, artinya bahan pengajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi sangat memerlukan bantuan media agar lebih mudah dipahami siswa. 3) Kemudahan memperoleh media, artinya media yang diperlukan mudah diperoleh, setidak-tidaknya mudah dibuat guru pada waktu mengajar. Media grafis umumnya dapat dibuat guru tanpa biaya yang mahal, disamping sederhana dan praktis penggunaannya. 4) Keterampilan guru dalam menggunakannya, artinya apapun jenis media yang diperlukan syarat utama adalah guru dapat menggunakannya dalam proses pengajaran. Nilai dan manfaat yang diharapkan bukan pada medianya, tetapi dampak dari penggunaan oleh guru pada saat interaksi belajar siswa dengan lingkungannya. 5) Tersedia untuk waktu menggunakannya, sehingga media tersebut dapat bermanfaat bagi siswa selama pengajaran berlangsung. 6) Sesuai dengan taraf berpikir siswa, artinya memilih media untuk pendidikan dan pengajaran harus sesuai dengan taraf berpikir siswa, sehingga makna yang terkandung di dalammnya dapat dipahami oleh para siswa.
Sumber : Delavira Nur Luthfiah, Fitri Auliah, Yulia Nuryanti, Mahasiswa Aktif Prodi PGSD 4C STKIP Muhammadiyah Kuningan.