Kuningan, UPMKnews --- Kuningan merupakan kabupaten yang mencanangkan sebagai kota pendidikan, harus bangga, pasalnya salah satu kampus yang memiliki visi unggul dalam pendidikan, teknologi dan kewirausahaan adalah hanya STKIP Muhammadiyah Kuningan. Diusianya yang relative muda (10 tahun) STKIP step by step terus mengeliat dengan gebrakan-gebrakan baru menyongsong era digital. Kabar yang menggembirakan saat ini adalah “Program Desa Digital” yang akan menjadi garapan baru bagi kampus STKIP Muhammadiyah Kuningan.

Kebutuhan manusia akan pentingnya penggunaaan internet saat ini menjadi keharusan yang gak bisa ditawar-tawar lagi. Sejak ditimpa musim pandemic covid-19 disegala penujur dunia, manusia secara dipaksa serba menggunakan internet. Dari mulai kebutuhan komunikasi, kebutuhan hidup, ekonomi/bisnis, dan yang paling urgen saat ini adalah kemudahan akses internet untuk keperluan proses pembelajaran para siswa. Mengingat pendidikan saat ini menggunakan PJJ (Pembelajaran Jarak Jauh/Online).

STKIPM Ku sebagai lembaga pendidikan tinggi tentu terketuk hati dan jiwa untuk melakukan sinergitas bersama para Desa se- Kabupaten Kuningan, guna menciptakan kemudahan akses penggunaan internet, sampai dengan pelosok-pelosok desa. Hingga tidak ada lagi alasan masyarakat atau kerepotan karena tidak terhubung dengan akses internet.

Langkah stategis STKIPM Ku pun dilakukan dengan ‘gercep’ (gerak cepat), yakni diawali dengan sebuah penandatanganan nota kesepahaman (MoU) dengan sebuah Perusahaan yaitu PT. Phatria Inti Persada, yang bergerak di bidang Internet Service Provider, dengan brand programnya Jaringdesa.

Penandatangan MoU antara ketua STKIPM Ku dengan Direktur PT. Phatria Inti Persada berlangsung di Gedung Rektorat/Ruang Ketua STKIPM Ku, pada Rabu (3/3/2021) disaksikan para wakil pimpinan dan kepala unit bisnis STKIPM Ku.

Nanan Abdul Manan, M.Pd selaku Ketua STKIPM Ku, merasa yakin program membangun desa digital akan menjadi terobosan baru yang belum dilakukan oleh perguruan tinggi lain di Indonesia. Desa-desa di Kab. Kuningan belum secara merata bisa mengakses internet, apalagi desa-desa yang berada di pelosok-pelosok. “semoga dengan adanya program Jaringdesa bisa memberikan kenyamanan kepada masyarakat dalam menggunakan akses internet,” ucapnya. (asa)