
Kuningan, UPMKNews -- Pemanfaatan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam dunia pendidikan menjadi sesuatu yang dianggap penting dalam pendidikan abad 21 ini. Khususnya dalam pembelajaran, ilmu pengetahuan dan teknologi telah mengubah system pembelajaran konvensional menjadi system pembelajaran modern yang berbasis teknologi informasi dan komunikasi. Salah satu bentuk dari perkembangan teknologi informasi yang diterapkan di dunia pendidikan adalah Pembelajaran Blended Learning.
Bended Learning menurut Driscoll dalam Nasution (2019:32) merujuk pada empat konsep yang berbeda yaitu: a). Blended Learning merupakan pembelajaran yang mengombinasikan atau menggabungkan berbagai teknologi berbasis web, untuk mencapai tujuan pendidikan. b). Blended Learning merupakan kombinasi dari berbagai pendekatan pembelajaran (seperti behaviorisme, konstruktivisme, kognitivisme) untuk menghasilkan suatu pencapaian pembelajaran yang optimal dengan atau tanpa teknologi pembelajaran. c). Blended Learning juga merupakan kombinasi banyak format teknologi pembelajaran, seperti (Video tape, CD-ROM, Web Based Training, film) dengan pembelajaran tatap muka. d). Blended Learning menggabungkan teknologi pembelajaran dengan perintah tugas kerja aktual untuk menciptakan pengaruh yang baik pada pembelajaran dan pekerjaan.
Menurut Bonk & Graham (Hasbullah 2015) dalam Cahyani (2022:23), terdapat 3 karakteristik Blended Learning yaitu kombinasi antara strategi pembelajaran, kombinasi antara metode pembelajaran dan kombinasi antara online learning dengan pembelajaran tatap muka.
Blended learning merupakan perpaduan antara pembelajaran online yang bertujuan untuk menciptakan pembelajaran aktif mandiri dan fleksibel, membantu pendidik dan peserta didik untuk berkembang lebih baik dalam proses belajar mengajar, memberikan peserta didik dengan konten multimedia yang kaya akan pengetahuan pada setiap saat, dan di mana saja selama pendidik memiliki akses internet.
Kelebihan dalam Blended Learning, yaitu siswa leluasa untuk mempelajari materi pelajaran secara mandiri, memanfaatkan materi-materi yang tersedia secara online, dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan siswa di luar jam tatap muka dapat diadministrasikan dan dikontrol dengan baik oleh guru. Sedangkan kekurangan dalam blended learning menyebabkan berbagai masalah terutama bagi guru salah satunya guru perlu menyiapkan referensi digital yang dapat diacu oleh siswa.
Penulis : Mirna Nazilatul Falah, Nopi Apriyanti dan Uhin Maftuhin Mahasiswa Aktif PGSD 4C