Kuningan, UPMKnews --- Kuliah umum webinar bertajuk “Transformasi Pendidikan” STKIP Muhammadiyah Kuningan, Rabu (17/3/2021) pekan kemarin, menghadirkan dua dekan FKIP sebagai narasumber, pertama Prof. Harun Joko Prayitno dari (UM Surakarta) dan Erwin Akib, Ph.D (UM Makasar), kemudian dimoderatori oleh Dr. Casnan, M.Si, yang juga Wakil Ketua I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan STKIPM Ku.

Ketua STKIP Muhammadiyah Kuningan, Nanan Abdul Manan, M.Pd, dalam kata sambutannya, menegaskan bahwa kuliah umum yang diikuti oleh seluruh mahasiswa dan dosen, diharapkan bisa menjadikan wadah untuk meng-scale up kompetensi baik dosen atau mahasiswa, melalui tantangan transformasi pendidikan di abad 21.

Diawal materi, Prof. Harun tegaskan, bahwa hakekat pendidikan sesungguhnya memartabatkan manusia, hakekat pendidikan juga adalah memandirikan siswa atau mahasiswa agar mampu berkehidupan dan bermasyarakat.

“Mahasiswa bukan untuk pintar, bukan untuk bekerja, bukan pula untuk menguasai teknologi, melainkan mahasiswa harus menjadi sosok yang mandiri dan dewasa,” tegas dia lagi.

Soal transformasi pendidikan harus dipahami secara holistic (menyeluruh), diataranya para mahasiswa sebagai calon guru diharapkan memiliki kompetensi untuk hidup, kompetensi untuk kehidupan, kompetensi untuk penghidupan, dan kompetensi untuk berkehidupan.

Ada beberapa strategi trasnformasi pendidikan bagi seorang calon guru, yaitu: harus memiliki pribadi berkarakter; pembelajar sepanjang hayat; reflektif dan transformative; progressive leader; fasilitator; motivator; adaptif; visioner; transformative dan otentik.

“Bahkan dari serangakaian poin diatas, yang menjadi penciri muhammadiyah adalah, progressive leader, adaptif dan visioner,” tandas Prof. Harun.

Kemudian apa saja 9 kecakapan abad 21 yang harus dikuasai oleh mahasiswa untuk menjawab tantangan zaman: pertama, knowledge and character – mengarahkan pembentukan pola pikir dan karakter mahasiswa. “Sehebat apapun kita, kalu tidak dipayungi oleh karater maka akan sulit kita bisa maju.” Kata Erwin.

Kedua, self mastering -- penguasaan control diri. “Mau kemana anda setelah ini? anda harus berfikir saya harus dimana-mana. Kalau anda tidak jadi guru. Paling tidak jadi guru disekitar kehidupan anda. Karena profesi guru harus holistic.”

Ketiga, Intellectual impressive – kecakapan proses berfikir, calon guru harus memiliki kecakapan berfikir intelektual dalam dalam segala kondisi dan tantangan.

Keempat, interpersonal and communication skill – keterampilan dalam komunikasi itu sangat penting. Dan salah satu pendekatan belajar di era abad 21 adalah skill berkomunikasi.

Kelima, leadership – STKIP harus melahirkan pemimpin-pemimpin hebat, tapi leader yang berkarakter, dan itu harus tumbuh dalm setiap proses yang dilalui oleh mahasiswa.

Keenam, foreign language proficiency -- kemampuan penguasaan bahasa asing, era hari ini paling tidak dibutuhkan kemampuan bahasa asing atau bahasa inggris, “dan itu wajib dimiliki oleh mahasiswa,” kata Erwin

Ketujuh, intrepreneurship – sejalan dengan visi, STKIP sudah menyiapkan kemampuan mahasiswa sebagai calon guru yang memiliki jiwa kewirausahaan, selain dia juga harus cakap sebagai seorang guru. “ini perpaduan yang luarbiasa,” tegas Erwin.

Kedelapan, penguatan sejarah peradaban (strengthening history of civilization) – pentingnya bagi kita adalah terus mendorong mahasiswa dalam memahami peran sejarah sebagai penguatan karakter bangsa bahkan dunia. 

Kesembilan, pendidikan harus dipahami sebagai sebuah proses memanusiakan manusia, ini yang tidak boleh kita lupa dari hakikat sesungguhnya pendidikan.

Menurut Erwin, untuk menjawab tantangan, saat ini bukan lagi era berkompetisi, tapi era berkolaborasi. Bahkan Erwin memuji kepada STKIP dengan visi yang dikembangkannya, unggul dalam pendidikan, teknologi dan kewirausahaan, “saya kira ini sudah menjawab peluang beberapa tahun kedepan,” tandasnya

Bahkan dia juga sangat terbuka untuk berkolaborasi antara UM Makasar dengan jurusan yang dimiliki STKIP saat ini, agak bisa maju bersama, pungkas dia. (sekre/lenylenz)