Kuningan, UPMKNews – Lembaga Al-Islam dan Kemuhammadiyahan STKIP Muhammadiyah Kuningan, dalam programnya menggelar Tes Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) Tahap I dan IV, yang diikuti oleh mahasiswa/i untuk mengetahui tingkat kemampuan setelah melewati kegiatan Mentoring Al-Qur’an.

Tes BTQ ini juga merupakan syarat wajib yang akan menentukan mahasiswa untuk dapat mengikuti program Kuliah Kerja Nyata (KKN) sebagai bentuk kegiatan pengabdian kepada masyarakat ataupun unsur didalam Tri Darma Perguruan Tinggi.

Kegiatan yang melibatkan mahasiswa/i Regular maupun Karyawan semester 4 dan semester 6 yang belum mengikuti Tes BTQ. Mengenai jadwal, panitia membagi kedalam 5 hari kegiatan dengan beberapa kelompok. Untuk semester 4 terjadwal mulai dari Senin (03/07/2023) Kelompok 1-9, Selasa (04/07/2023) Kelompok 10-18, Rabu (05/07/2023) Kelompok 19-27, Kamis (06/07/2023) Kelompok 28-36. Sedangkan semester 6 dilaksanakan pada hari Jumat (07/07/2023) Kelompok 1-3. Ruangan yang digunakan yaitu Gedung A305, A306, A308, A202, A203, A204, A201, A206, dan A205.

Mahasiswa/i akan melalui tahapan tes yaitu 1) Membaca Al-Qur’an; Makhorijul Huruf, Tajwid, Kelancaran Membaca. 2) Menulis Ayat Al-Qur’an; Menulis Huruf Tunggal, Merangkai Huruf, Kerapihan. 3) Hafalan Surah An-Naba.

Tujuan diadakannya Tes BTQ ini tidak hanya sekedar ingin mengetahui saja, melainkan juga untuk meningkatkan kemampuan daya ingat dalam memahami Al-Qur’an.

Berharap dengan kegiatan Mentoring Al-Qur’an dan Tes BTQ ini dapat memberikan semangat kepada mahasiswa/i untuk terus mempelajari dan mengamalkan Ayat Suci Al-Qur’an dikehidupan sehari-hari bersama masyarakat umum.

“Tujuan Mentoring Al-Qur’an dan AIK, kemudian dilanjutkan dengan adanya Tes BTQ ini dapat meningkatkan keberkahan untuk diri sendiri dan juga orang lain. Dalam hal ini, mahasiswa tentunya akan melaksanakan kegiatan KKN. Tes BTQ inilah menjadi salah satu syarat untuk bisa mengikuti KKN. Dan besar harapan saya untuk mahasiswa dapat menerapkannya di lingkungan masyarakat seperti bisa mengaji dengan makhrojul huruf, dan tajwid yang benar, bahkan sampai mampu menghafal beberapa Surah Al-Qur’an serta mampu menulis ayatnya. Pada akhirnya dengan hal demikian dapat digunakan saat shalat ataupun jika disuruh mengajar mengaji oleh masyarakat atau orang sekitar,” tegas Asep Usamah selaku Ketua Lembaga AIK. (Deliya)