
Kuningan, UPMKNews -- Siapa yang suka menulis? tapi sebelumnya apa yang dimaksud dengan menulis? Dikutip dari wikipedia menulis adalah suatu kegiatan untuk menciptakan suatu catatan atau informasi pada suatu media dengan menggunakan aksara. Jadi praktik menulis saat ini bukan hanya di kertas tetapi bisa juga dilakukan di wattpad, blogspot, dan media lainnya. Meskipun kesempatan menulis dan membaca saat ini sudah semakin mudah seiring perkembangan teknologi namun ada saja faktor penghambat yang muncul contohnya rasa takut tulisannya salah, rasa takut tulisannya sama dengan karya orang sehingga ragu dalam menulis, nah oleh karena itu setelah saya membaca dan mendengarkan dari beberapa pendapat serta menilik dari pengalaman pribadi di sini saya akan memberikan tips supaya kita konsisten menulis serta kemungkinan besar kita bisa sukses melalui tulisan yang bermanfaat
1. Biasakan Membaca Setiap Hari
Cobalah untuk membaca setiap hari walaupun tidak sampai satu buku. Selain buku kita juga bisa membaca di sosial media atau aplikasi seperti membaca quotes, cerpen, puisi, dan lain lain tapi jika kita ingin membaca sesuatu di media sosial sebaiknya difilter ya karena hoax saat ini mudah tersebar jangan sampai kita termakan hoax. Dengan membaca kita bisa menemukan bebagai ide, dengan membaca buku pula kita bisa mengetahui kaidah penulisan yang benar sehingga bisa diterapkan saat kita menulis.
2. Biasakan Menulis Setiap Hari
Namanya juga ingin menjadi penulis, ya harus terbiasa menulis. Walau hanya menulis ide itu tak mengapa karena ide bisa kita kembangkan menjadi cerita di lain waktu. Tapi bagaimana jika dalam satu hari belum menemukan ide ? Kita bisa menulis tulisan orang lain dengan menggunakan bahasa kita tanpa mengubah maknanya atau biasa disebut dengan teknik parafrase. Meski hanya parafrase kita harus tetap menyebutkan sumber sebagai bentuk menghargai tulisan orang lain dan saat orang lain membaca tulisan tersebut maka mereka akan percaya jika tulisan yang kita parafrase itu didapatkan dari sumber yang terpercaya. Teknik Parafrase dengan menyebutkan sumbernya juga bisa menghindari kita dari plagiarisme.
3. Jangan Terlalu Perfeksionis
John Steinbeck mengatakan, menulislah dengan bebas dan secepat mungkin, dan tuangkan semuanya di atas kertas. Jalan sekali-kali melakukan koreksi atau menulis ulang sebelum semunya habis Anda tuliskan.
Dikutip dari penerbitdeepublish.com salah satu cara sukses mulai menulis adalah tulis dan tuangkan semua kata-kata, ide dan imajinasi yang ada di dalam pikiran. Pada pengalaman pertama menulis, Anda sebaiknya mengesampingkan dulu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI) dan aturan ketatabahasaan lainnya.
Karena, hal itu bisa menghambat Anda dalam menulis dan menuangkan semua ide dalam pikiran. Selain itu, terlalu sering mengoreksi tulisan sebelum keseluruhan cerita selesai, justru akan membuat Anda lebih mudah lelah dan bosan menulis lagi. Pada akhirnya, tulisan Anda akan berhenti dan sulit berkembang lagi.
Jadi bukan berarti mengabaikan PUEBI, hanya saja jika kita pemula atau sedang latihan konsisten menulis sebaiknya jangan terlalu fokus dengan PUEBI
4. Tulis Ide Jika Tiba Tiba Muncul di Kepala
Nah seperti disebutkan di nomor dua bahwa biasakan menulis walaupun ide tulisannya sedikit maka apapun yang kita pikirkan jika itu sebuah ide maka tulis karena ide tersebut bisa kita kembangkan jika mood menulis kita sudah bagus.
5. Mencari Ide dari Kegiatan atau Kejadian Lain, Selain Membaca
Ternyata ide cerita atau tulisan lainnya bisa kita temukan dari berbagai hal atau aktivitas yang kita lakukan seperti mendengarkan musik, menonton film, berdiskusi bersama teman bahkan pengalaman hidup kita juga bisa kita jadikan tulisan loh. Cobalah menjadi diam diam berpikir, berpikir setelah membaca kehidupan dan tuangkanlah dalam bentuk ide, topik maupun alur cerita.
6. Menulis dengan Hati
Kata seorang penulis sekaligus motivasinger bernama Bayu Adhitya kita harus menulis dengan hati yang turut merasakan apa yang sedang kita tulis. Menulis dengan hati penting apalagi jika tulisan itu berupa karya tulis non-ilmiah seperti cerpen. Agar tidak jenuh saat menulis, cobalah menghayati karena yang saya rasakan saat menulis karya non-ilmiah pakai hati itu menyenangkan sehingga tulisan tidak monoton. Tapi logika dan hati juga harus seimbang apalagi saat menulis karya ilmiah
Itulah 6 tips supaya kita bisa konsisten dalan menulis, jika kita konsisten dan bisa menghindari kebosanan serta kemalasan maka kemungkinan besar kita bisa menulis karya yang bisa bermanfaat bagi diri sendiri maupun orang lain. Semoga tulisan ini juga bermanfaat. Mohon maaf atas segala kekurangan. Selamat mencoba.
Sumber: Leni Juliany, Mahasiswa PTIK semester 4A.
(Nuri)